ILMU BUDAYA DASAR

NAMA : IRENSIUS ERWIN MANGERA
NPM :
15414424
KELAS : 1IB06
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
KATA PENGANTAR
Rasa
syukur patut kami panjatkan kehadirat ALLAH S.W.T yang telah mengijinkan dan
memberi nikmat kemudahan kepada kami dalam menyusun dan menulis makalah Ilmu
Sosial Budaya Dasar yang berjudul Pengantar Ilmu Sosial Budaya Dasar.
Hal
yang paling mendasar yang mendorong kami menyusun makalah ini adalah tugas dari
mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD), untuk mencapai nilai yang memenuhi syarat
perkuliahan.
Pada
kesempatan ini kami semua mengucapkan banyak terimakasih yang tak terhingga
atas bimbingan dosen dan semua pihak sehingga makalah ini dapat kami selesaikan
dengan baik
Andai
ada kekurangan dalam makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Bekasi , April 2015
Keindahan
Keindahan atau keelokan merupakan
sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan
pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar
atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi,
psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah
entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan
dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya. Pengalaman “keindahan” sering
melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam,
yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena
ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye
of the beholder atau “keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.
Kata benda Yunani
klasik untuk “keindahan ” adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk
“indah” itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος,
hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang
berarti “jam.” Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan
“berada di jam (waktu) yang sepatutnya.
Sebuah buah yang
matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba
untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda
tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak
makna, termasuk “muda” dan “usia matang.
Dalam hukum keindahan,
keindahan itu sendiri relative sifatnya,berubah-ubah, dan selalu disesuaikan
atau dihentikan penilaiannya oleh dan dengan selera pengagum keindahan
tersebut. Menurut si A, sesuai lukisan itu indah, namun si B, mengatakan
lukisan itu tidak indah. Sejauhmana perbedaan pengamatan jurus pandang antara si
A dan si B terhadap suatu lukisan? Jawabanya ditentukan oleh selera
masing-masing. Bahasa tentang pengertian keindahan terkait erat dengan
visualitas dan perasaan. Dalam hal ini terdapat semacam gerak bersamaan
secara refles antara pandangan dan penglihatan dengan perasaan.
Misalnya,sesuatu lukisan itu indah.begitu mata melihat lukisan itu, otomatis
perasaan pun turung terlibat spontan menyatakan indah.
Laurence M. gould
mengutip pendapatnya coleritge dalam wukmir dan gopinatha (1981;43) sebagai
berikut; ‘’keindahan adalah kesatuan dan keanekaan’’.jika melihat adalah
kasatuan, maka mungkin yang dimaksud adalah pengamatan,perasaan,pemikiran, dan
penginderaan pandangan serta sasaran tujuan, kepada obye yang dikatakan indah.
Selanjutnya keanekaan keindahan, mungkin juga yang dimaksud adalah berbagai
macam bentuk keindahan yang tercakup di dalam sejumlah obyek yang dikatakan
indah. Dalam pengertian structural pada garis besarnya keindahan terdiri dari
keindahan alami dan keindahan non alami. Keindahan alami adalah keindahan.
Diluar campur tangan manusia, misalnya keindahan sang surya menjelangsenja
terbenam di ufuk barat, indahnya kemilau air laut tersentuh cahaya bulan
purnama di malam hari, kemilau titi-titik embun dipagi hari dan seterusnya.
Campur tangan manusia
terhadap keindahan alami dimungkinkan hanya terjelma dalam bentuk karya seni
(seni suara, seni music, seni tari, seni sastra, seni lukis, seni ukir, seni
pahat).karena keindahan alami adalah keindahan ciptaan maha pencipta,maka
kemampuan manusia terbatas pada mengagumi sempanjang ia masih mengakui
kebesaran dan keagungan maha cipta.
Keindahan alami tak
dapat dipoles karena esensi ;’’indah’’ terlatak didalam keindahan iti sendiri
bukan diluarnya.itulah sebabnya keindahan alami hanya terjangkau oleh kepekaan
rasa yang mendalam, tak dapat dirubah dan berubah, kecuali oleh sifat alaminya
sendiri. Misalnya dimalam hari langit yang cerah bertaburan bintang
gemerlap sangat indah. Tiba-tiba langit menjadi gelap, awam menebal pertanda
hujan lebat akan turun. Itulah salah satu kemuskilan dari kaindahan alami.
Keindahan non alami
adalahkeindahan yang mengada dengan sengaja karena campur tangan manusia. Dari
kaindahan alami ditransfer kadalam bentuk keindahan non alami melalui kemampuan
peniruan manusia. Dalam hal peniruan manusia itu, selalu didukung oleh kekuatan
imajinasi dan ispirasi, ketekunan, serta kemampuan daya serap sehingga
menghasilkan suatu karya yang dapat mengalihkan wujud keindahan alami ke dalam
kanvas (seni lukis),ritma-ritma dalam bentuk lagu (seni suara), susunan kata
puisi (seni sastra) dan sebagainya.
Walaupun tidak seasli
keindahan alami yang sebenarnya, namun kemampuan manusia (para seniman)
mentrasfer keindahan alami ke dalam berbagi wahana seni, hal itu telah
berupakan suatu reduplikasi kepuasan seni (the art of the reduplications
pleasures) di dalam menghargai dan mengagumi serta menghayati keindahan alami
sesuai aslinya.
Keindahan non alami
sebagai suatu fenomena, final estimasinya teresap di dalam hasil karya sebagai reaksi
dari meleburnya visi (pengamatan) dan penginderaan agar menghasilkan kesesuaian
yang terpadu atau kemiripan yang persis,antara keindahan alami dengan
keindahan non alami.
Di sisi lain,
keindahan non alami sifatnya tidak konstan, juga tidak mengandung keabadian,
sehingga melahirkan sejumlah aliran dalam arena seni misalnya futurism,
dadaisme, ekspresionisme, pluralisme, natularisme, country, blues, rock, slow
rock, dan sebagainya. Selain itu, keindahan non alami didominasi oleh
pengkaryaan manusia sehingga menempatkan obyek di dalam keindahan non alami
dalam lingkup berbagai dimensi bercorak sektasis spektakuler.
Hal ini yang
menyebabkan karya-karya seni corak serta motif lebih diwarnai sekaligus
ditentukan oleh dan bersumber dari hasil inspirasi imajinatif si pengkarya,
tanpa terikat oleh aturan-aturan yang sangat dipaksakan berasal dari kekuasaan
dan tirani, misalnya lukisan bercorak karikatul, puisi-puisi atau lagu-lagu
bertema dan bernada ironis, terkadang sarkasis. Inilah salah satu kemampuan
para seniman mentransfer keindahan alami ke dalam lingkup keindahan non alami.
keindahan dalam asrti
yang seluas-luasnya.
Keindahan itu tidak
bisa disamakan dengan materi tetapi keindahan itu adah kepuasan yang muncul
dari dalam hati dan sesuatu yang kita bayangkan karena kita ingin mencapainya,
butuh waktu untuk menimbulkan keindahan dalam diri, disaat ke indahan itu
muncul maka tercipatalah kedamaina dalam hati kita yang merasakan keindahan.
Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan
saja Disamping itu terdapat pula perbedaan menurnt luasnya pengertian, yakni :
- keindahan dalam arti yang luas
- keindahan dalam arti estetis murni
- keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti luas merupakan
pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula
kebaikan.
Dalam arti yang luas, sebenarnya
pengertian ini masih diambil dari bangsa yunani yang didalamnya mencakup pula
kebaikan. Menurut beberapa ahli antara lain :
- plato mengatakan bahwa watak yang indah adalah hokum yang indah;
- aristoteles mengatakan bahwa keondahan merupakan sesuatu yang selain baik juga menyenangkan;
- plotinus menuliskan dalam bukunya tentang ilmu yang indah dan kebijakan yang indah.
Dari beberapa ahli
tersebut, bangsa Yunani tetap mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu ilmu
dan ada yang indah dan akan terus berlangsung.bangsa yunani lebih berbicara
tentang arti keindahan dalam arti estetik yang disebut sebagai ‘symmetria”
untuk keindahan yang berdasarkan penglihatan semata dan harmonia untuk
keindahan yang berdasarkan pendengaran. Keindahan yang seluas-luasnya meliputi
:
Keindahan alam,
Keindahan alam adalah keindahan yang sudah ada di alam sekitar kita. Keindahan
yang ada bisa dinikmati oleh penglihatan kita.
Keindahan moral,
Keindahan moral adalah keindahan yang tercipta dari tingkah laku dan perilaku
kita sehari-hari.
Keindahan seni,
Keindahan seni adalah keindahan yang tercipta dari hasil karya seseorang
tehadap seni. Seni sering sekali menjadi penghubung keindahan agar bisa
dinikmati oleh pengamat objeknya. Seseorang paling dominan menikmati keindahan
itu lewat seni.
Keindahan intelektual,
keindahan intelektual adalah pemikiran yang indah berdasarkan ilmu pengetahuan.
Tulisan ini bukanlah mencari pengertian mengenai kata keindahan intelektual.
Keindahan ini lah yang
mencakup semua nilai keindahan yang pada dasarnya mempunyai nilai tersendiri ,
dengan cara pandang yang berbeda pada setiap manusia. Keindahan tersusun dari
berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan
kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan
hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan
si pengamat.
Manusia menikmati
keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan
biasanya bersipat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak
terbatas pada dua bidang tersebut keindahan tersebut pada dasarnya adalah
alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan.
nilai estetika
Estetika
adalah salah satu cabang filsafat.
Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan,
bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya.
Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang
mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian
terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan
filosofi seni.
Etimologi
Estetika berasal dari bahasa
Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike. Kali pertama digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten
pada 1735
untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan.
Pada masa kini estetika bisa
berarti tiga hal, yaitu:
- Studi mengenai fenomena estetis
- Studi mengenai fenomena persepsi
- Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis
== Penilaian keindahan
==
Meskipun awalnya sesuatu yang indah dinilai dari aspek teknis dalam membentuk
suatu karya, namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut memengaruhi
penilaian terhadap keindahan. Misalnya pada masa romantisme di Perancis, keindahan
berarti kemampuan menyajikan sebuah keagungan. Pada masa realisme, keindahan berarti kemampuan
menyajikan sesuatu dalam keadaan apa adanya. Pada masa maraknya de Stijl
di Belanda, keindahan berarti kemampuan mengkomposisikan warna dan ruang dan
kemampuan mengabstraksi benda.
Konsep the beauty and
the ugly
Perkembangan lebih
lanjut menyadarkan bahwa keindahan tidak selalu memiliki rumusan tertentu. Ia berkembang
sesuai penerimaan masyarakat terhadap ide yang dimunculkan oleh pembuat karya.
Karena itulah selalu dikenal dua hal dalam penilaian keindahan, yaitu the
beauty, suatu karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi standar
keindahan dan the ugly, suatu karya yang sama sekali tidak memenuhi
standar keindahan dan oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, namun jika
dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan keindahan.
Sejarah penilaian
keindahan
Keindahan seharusnya
sudah dinilai begitu karya seni pertama kali dibuat. Namun rumusan keindahan
pertama kali yang terdokumentasi adalah oleh filsuf Plato yang menentukan
keindahan dari proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara Aristoteles
menilai keindahan datang dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan.
keindahan seharusnya memenuhi banyak aspek. aspek jasmani dan aspak rohani
Nilai Ekstrinsik dan Intrinsik Suatu Keindahan.
Pengertian ekstrinsik
adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau
sarana untuk sesuatu hal lainnya , yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau
membantu. Contohnya : puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa,
diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik
Pengertian intrinsik
adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau
sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya :
pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi
itu disebut nilai intrinsik .
Nilai keindahan instrinsik adalah
nilai bentuk seni yang dapat diindera dengan mata, telinga atau keduanya. Nilai
bentuk ini kadang juga disebut nilai struktur yaitu bagaimana cara menyusun
nilai-nilai ekstrinsiknya atau bahannya berupa rangkaian peristiwa. Semuanya
disusun begitu rupa sehingga menjadi sebuah bentuk yang berstruktur dan dinamai
nilai instrinsik. Cara menyusun bentuk tadi melahirkan sebuah cerita. Kumpulan
peristiwa yang sama oleh dua orang penulis mungkin saja disusun berdasarkan
urutan atau struktur yang berbeda, sehingga nilai seninya juga berbeda.
Demikian banyaknya
hasil seni budaya dengan menggunakan pendekatan ekstrinsik dan pendekatan
intrinsik melalui proses penghayatan kita dapat mengetahui alasan mereka atau
seniman menciptakan keindahan melalui hasil seni. Kalau Bagong Kussudiarjo
ditanya mengapa ia menciptakan berbagai kreasi tarian baru yang menggambarkan
kehidupan nelayan, petani, buruh pabrik, tentu ada berbagai macam jawaban
mungkin ia ingin mengabadikan kegiatan masing-masing pekerjaan itu pada
zamannya. Karena kelak apabila teknologi maju memasuki wilayah itu kegiatan
mereka itu akan lain bentuknya. Atau mungkin ia ingin menunjukkan kepada
masyarakat bahwa keindahan itu tidak hanya dapat di kota-kota saja, dan yang
menggemari keindahan itu bukan hanya para cendikiawan saja, tetapi di
masyarakat, nelayan, buruh pabrik dan petani yang setiap hari berjuang demi
sesuap nasi-pun merindukan keindahan.
Kontemplatif
berasal dari Bahasa Latin (contemplore) berarti merenung dan memandang.
Kontemplatif merupakan cara hidup yang mengutamakan kehidupan penuh ketenangan,
bermati raga, dan bertapa, sehingga dapat berdoa dan bersemadi dengan lebih
mudah. Ordo
atau kongregasi
dalam Gereja
Katolik Roma yang mengutamakan segi kehidupan
religius semacam ini disebut ordo atau kongregasi kontemplatif. Sementara dalam
Gereja
Katolik Roma ada ordo atau kongregasi
yang menekankan hidup aktif.
- KESERASIAN
Apa itu keserasian? Keserasian adalah
perbandingan antar kedua belah sesuatu menjadi sesuatu yang cocok. Anda menaruh
vas bunga di atas meja ruang tamu, maka kedua hal tersebut adalah cocok. Anda
menaruh palu dan dan kunci di tempat kotak peralatan, menaruh keyboard di depan
monitor komputer, meletakkan selimut di atas kasur, itu merupakan bagian dari
ke serasian, karena menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Lain halnya
jika anda mencoba untuk menaruh palu di depan komputer, meletakkan vas di atas
selimut, dan meletakkan selimut di dalam kotak peralatan. Itu merupakan hal
yang tidak serasi. Serasi itu bisa dikatakan bukan hanya sesuatu yang cocok dan
wajar, namun sesuatu yang memiliki nilai lebih dari wajar.
Keserasian Berasal
dari kata “serasi” artinya cocok atau sesuai, memilki faktor perpaduan dan
keseimbangan.
Dalam hubungannya dengan keindahan, keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian memiliki hubungan yang erat kaintannya dengan keindahan, tanpa adanya keserasian, keindahan tidak akan terwujud dalam sebuah karya atau benda yang diciptakan manusia dalam tujuan estetika.
Dalam hubungannya dengan keindahan, keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian memiliki hubungan yang erat kaintannya dengan keindahan, tanpa adanya keserasian, keindahan tidak akan terwujud dalam sebuah karya atau benda yang diciptakan manusia dalam tujuan estetika.
Keserasian sangat
berhubungan dengan keindahan, sesuatu yang serasi akan tampak indah. Dalam
keselarasan seseorang memiliki perasaan seimbang, dan mempunyai cita rasa akan
sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat ditengah-tengah kesempurnaan yang
menyenangkan hati . Keserasian adalah kecocokan yang mengandung unsur
perpaduan, pertentangan, ukuran dan kesimbangan, yang terdiri dari:
Teori Objectif
berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah
sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan,
terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato,
Hegel
Teori Subjectif
menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak
ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda.
Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry
Teori Perimbangan
Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan
angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat
bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun
dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan pengungkapan perasaan
Asas Keserasian
Asas Keserasian mengandung
pengertian harmoni dalam interaksi antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam
penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang berwawasan lingkungan untuk
menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat tinggi
Pengertian Penderitaan dan Siksaan
PENDERITAAN DAN SIKSAAN
Penderitaan berasal dari kata dasar
derita. Sementara itu kata derita merupakan serapan dari bahasa sansekerta,
menyerap kata dhra yang memiliki arti menahan atau menanggun. Jadi dapat
diartikan penderitaan merupakan menanggung sesuatu yang tidak meyenakan.
Penderitaaan dapat muncul secara lahiriah, batiniah atau lahir-batin.
Penderitaan secara lahiriah dapat timbul karena adanya intensitas komkosisi
yang mengalami kekurangan atau berlebihan, seperti akibat kekurangan pangan
menjadi kelaparan, atau akibat makan terlalu banyak menjadi kekenyangan, tidak
dapat dipungkiri keduanya dapat menimbulkan penderitaan. Adapula kondisi alam
yang ekstrem, seperti ketika terik matahari membuat kepanasan, atau saat
kehujanan membuat kedinginan.
Ada pula penderitaan yang secara
lahiriah seperti sakit hati karena dihina, sedih karena kerabat meninggal,
putus asa karena tidak lulus ujian. Atau penyesalan karena tidak melakukan yang
diharapkan. Sementara yang lahir-batin dapat muncul dikarenakan penderitaan
pada sisi yang satu berdampak pada sisi yang lain atau dengan kata lain
penderitaan lahiriah memicu penderitaan batiniah atau sebaliknya. Misal akibat
kehujanan badan menjadi kedinginan namun tidak ada tempat berteduh akibatnya
mendongkol, risau atau menangis.
.
Penderitaan merupakan realita
kehidupan manusia di dunia yang tidak dapat dielakan. Orang yang bahagia juga
harus siap menghadapi tantangan hidup bila tidak yang muncul penderitaan. Dan
orang yang menghadapi cobaan yang bertubi-tubi harus berpengharapan baik akan
mendapatkan kebahagian. Karena penderitaan dapat menjadi energi untuk bangkit
berjuang mendapatkan kebahagian yang lalu maupun yang akan datang.
Akibat penderitaan yang
bermacam-macam manusia dapat mengambil hikmah dari suatu penderitaan yang
dialami namun adapula akibat penderitaan menyebabkan kegelapan dalam kehidupan.
Di bawah ini adalah beberapa contoh penderitaan yang mungkin
sering kita lihat di lingkungan kita:
1. Pemutusan hak kerja : Bagi
orang yang sudah berkeluarga mungkin penderitaan ini yang
paling di
takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai kewajiban menafkahi
keluarganya,hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang ayah namun juga
bagi keluarganya
2. Kehilangan orang tua : Hubungan kita
dengan orang tua merupakan suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan
diharapkan bisa memahami makna kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha
menggantikan posisinya demi mendukung pasangan. Antara lain dengan cara selalu
berada di dekatnya, menjadi pendengar yang baik, dan selalu siap membantunya.
3. Kemiskinan : Dalam hal ini
mungkin semua orang menderita mengalami kemiskinan.namun miskin disini bukan
miskin melarat melainkan hidup pas-pasan.bagi sebagaian orang hidup seperti itu
tidak enak namun bagi orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada
berlimpah harta namun anggota keluarga tidak bahagia,semua di atur oleh
uang,sibuk dengan tugas masing”,tidak ada komunikasi.hal itu di buktikan dengan
adanya kata-kata ” makan ga makan yang penting kumpul”.
4. Bencana :
Tidak ada yang dapat menghindari sebuah bencana yang diberikan oleh Allah SWT.Bencana
yang datang dapat menghilangkan sebagian ataupun seluruh harta benda yang
ada, bahkan dapat mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma yang
diakibatkan oleh bencana juga sulit untuk dipulihkan. Hal ini membutuhkan
banyak waktu untuk seseorang kembali bangkit dan hidup normal dengan membangun
kehidupannya seperti sedia kala.
2.2 Penderitaan dan Sebabnya
Sebab-sebab Timbulnya Penderitaan
1. Penderitaan
yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan
yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan.
2.3 Pengaruh Penderitaan
Pengaruh yang Akan Terjadi pada Seseorang Jika Mengalami
Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan
mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap
yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh
diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal
kemudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap
negative ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin,
tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis
mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan
perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya
bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah,
bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa,
ia berjuang menentang kawin paksa; anti ibu tiri, ia berjuang melawan sikap ibu
tiri; anti kekerasan, ia berjuang menentang kekerasan, dll.
2.4
Penderitaan dan Perjuangan
HUBUNGAN PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia yang ada di
dunia ini pasti akan mengalami penderitaan, baik
yang berat maupun yang ringan.
Penderitaan adalah bagiuan kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena tergantung
kepada manusia itu sendiri bisa menyelesaikan masalah itu semaksimal munkgin
apa tidak. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budaya itulah ia berusdaha
mengatasi penderitaan yang mengancam hidupnya atau yang dialaminya. Hal ini
bisa mebuat manusia kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain
yang melihat atau berada di sekitarnya.
2.5
Kekalutan Mental
KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan
batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih
sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan
seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan
bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala
permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1.
nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri
pada lambung
2.
nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis,
cemburu, mudah marah
Tahap-tahap
gangguan kejiwaan adalah :
1.
Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani
maupun rohani.
2.
Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3.
Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan
mengalami gangguan.
Sebab-sebab
timbulnya kekalutan mental :
1.
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2.
Terjadinya konflik sosial budaya.
3.
Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan
terhadap kehidupan sosial.
Bentuk
frustrasi antara lain :
1.
Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan
secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan sadis yang dapat
membahayakan orang sekitarnya.
2.
Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan
3.
Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya
dengan membisu.
4.
Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan
sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain.
5.
Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam
imaginasinya
6.
Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa
dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7.
Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi
dengan orang lain, ia puas dengan fantasi nya sendiri yang dapat menjurus ke
sifat yang sinting.
Penderitaan
kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.
kota – kota besar
2.
anak-anak muda usia
3.
wanita
4.
orang yang tidak beragama
5.
orang yang terlalu mengejar materi
2.6 Penderitaan Media Masa dan Seniman
Penderitaan, media masa
dan seniman adalah 3 hal yang tidak bisa dipisahkan. Penderitaan hampir merata
di permukaan bumi ini, banyak kasus – kasus penderitaan seperti kelaparan,
kemiskinan, dll. Semua informasi itu bisa kita peroleh dengan sangat mudah
seiring kemajuan zaman dan pengaruh globalisasi melalui media masa, baik itu
media cetak maupun media elektronik.
Media
cetak seperti Koran, majalah, dan lain lain selalu menyajikan informasi –
informasi terbaru setiap harinya. Media elektronik pun demikian, seiring
berkembangnya teknologi yang memudahkan kita untuk menggali informasi sebanyak
– banyaknya bukan hanya melalui siaran radio dan televisi tapi kini kita bisa
mengakses informasi melalui internet, dll.
RENUNGAN
Renungan
berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan
sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung
untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan,
teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).”
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).”
Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia
menegaskan bahwa kegiatan seni aalah memunculkan dalam diri sendiri suatu
perasaan yagn seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian
dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang
diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang
mengalami perasaan yang sama.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.
PHOBIA
Pengertian dan Cara Mengatasi Phobia
– Kata “phobia”
sendiri berasal dari istilah Yunani “phobos” yang berarti lari
(fight), takut dan panik (panic-fear), takut hebat (terror). Istilah ini memang
dipakai sejak zaman Hippocrates. Phobia
adalah ketakutan yang luar biasa dan tanpa alasan terhadap sebuah obyek atau
situasi yang tidak masuk akal. Pengidap phobia
merasa tidak nyaman dan menghindari objek yang ditakutinya. Terkadang juga bisa
menghambat aktivitasnya, nah kali ini saya akan berbagi Pengertian dan
Cara Mengatasi Phobia.
Phobia
ini terbagi menjadi 3 kategori, yaitu:
1. Phobia khusus yaitu ketakutan terhadap obyek atau aktivitas tertentu.
Miisalnya acrophobia: takut ketinggian, ailurophobia: takut kucing, arachnophobia: takut laba-laba, cynophobia: takut anjing, nyctophobia: takut gelap, dll.
2. Phobia sosial yaitu ketakutan terhadap penilaian orang lain.
3. Agoraphobia yaitu rasa takut berada di tempat terbuka atau pusat keramaian.
1. Phobia khusus yaitu ketakutan terhadap obyek atau aktivitas tertentu.
Miisalnya acrophobia: takut ketinggian, ailurophobia: takut kucing, arachnophobia: takut laba-laba, cynophobia: takut anjing, nyctophobia: takut gelap, dll.
2. Phobia sosial yaitu ketakutan terhadap penilaian orang lain.
3. Agoraphobia yaitu rasa takut berada di tempat terbuka atau pusat keramaian.
Banyak hal yang membuat
seseorang mengidap phobia.
Paling sering karena traumatis, terutama yang terjadi dimasa kecil. Phobia
terjadi karena pikiran bawah sadar kita salah memberi arti terhadap peristiwa
traumatis yang menyebabkan phobia.
Bila seseorang yang menderita phobia
melihat atau bertemu atau berada pada situasi yang membuatnya takut (phobia),
gejalanya adalah sebagai berikut:
*Jantung berdebar kencang
* Kesulitan mengatur napas
* Dada terasa sakit
* Wajah memerah dan berkeringat
* Merasa sakit
* Gemetar
* Pusing
* Mulut terasa kering
* Merasa perlu pergi ke toilet
* Merasa lemas dan akhirnya pingsan
*Jantung berdebar kencang
* Kesulitan mengatur napas
* Dada terasa sakit
* Wajah memerah dan berkeringat
* Merasa sakit
* Gemetar
* Pusing
* Mulut terasa kering
* Merasa perlu pergi ke toilet
* Merasa lemas dan akhirnya pingsan
Pengertian dan Cara Mengatasi Phobia
Kita mungkin jengkel melihat
teman, saudara atau pasangan kita yang phobia. Suasana menjadi
kacau, karena sesuatu yang kita pandang biasa malah membuatnya berteriak
histeris, lari, atau bahkan pingsan. Seperti yang dialami temanku,
dia phobia banget kalau melihat darah. Pernah ketika itu
menjenguk saudara dirumah sakit karena kecelakaan, temanku
terdiam setelah itu tiba – tiba pingsan gara – gara liat darah wach..jadi bener
– bener kacau. Niatnya menjenguk ech malah jadi yang dijenguk. Tapi sekarang
banyak cara
mengatasi phobia. Berikut berdasarkan info yang ku dapat
ada beberapa perawatan utama untuk mengatasi phobia, yaitu:
a. Terapi berbicara.
Perawatan ini seringkali efektif untuk mengatasi berbagai phobia. Jenis terapi bicara yang bisa digunakan adalah:
1. Konseling: konselor biasanya akan mendengarkan permasalahan seseorang, seperti ketakutannya saat berhadapan dengan barang atau situasi yang membuatnya phobia. Setelah itu konselor akan memberikan cara untuk mengatasinya.
2. Psikoterapi: seorang psikoterapis akan menggunakan pendekatan secara mendalam untuk menemukan penyebabnya dan memberi saran bagaimana cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
3. Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioural Therapy/CBT): yaitu suatu konseling yang akan menggali pikiran, perasaan dan perilaku seseorang dalam rangka mengembangkan cara-cara praktif yang efektif untuk melawan phobia.
Perawatan ini seringkali efektif untuk mengatasi berbagai phobia. Jenis terapi bicara yang bisa digunakan adalah:
1. Konseling: konselor biasanya akan mendengarkan permasalahan seseorang, seperti ketakutannya saat berhadapan dengan barang atau situasi yang membuatnya phobia. Setelah itu konselor akan memberikan cara untuk mengatasinya.
2. Psikoterapi: seorang psikoterapis akan menggunakan pendekatan secara mendalam untuk menemukan penyebabnya dan memberi saran bagaimana cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
3. Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioural Therapy/CBT): yaitu suatu konseling yang akan menggali pikiran, perasaan dan perilaku seseorang dalam rangka mengembangkan cara-cara praktif yang efektif untuk melawan phobia.
b. terapi pemaparan diri (desensitization)
Orang yang mengalami phobia sederhana bisa diobati dengan menggunakan bentuk terapi perilaku yang dikenal dengan terapi pemaparan diri. Terapi ini dilakukan secara bertahap selama periode waktu tertentu dengan melibatkan objek atau situasi yang membuatnya takut. Secara perlahan-lahan seseorang akan mulai merasa tidak cemas atau takut lagi terhadap hal tersebut. Kadang-kadang dikombinasikan dengan pengobatan dan terapi perilaku.
Orang yang mengalami phobia sederhana bisa diobati dengan menggunakan bentuk terapi perilaku yang dikenal dengan terapi pemaparan diri. Terapi ini dilakukan secara bertahap selama periode waktu tertentu dengan melibatkan objek atau situasi yang membuatnya takut. Secara perlahan-lahan seseorang akan mulai merasa tidak cemas atau takut lagi terhadap hal tersebut. Kadang-kadang dikombinasikan dengan pengobatan dan terapi perilaku.
c. Menggunakan
obat-obatan.
Penggunaan obat sebenarnya tidak dianjurkan untuk mengatasi phobia, karena biasanya dengan terapi bicara saja sudah cukup berhasil. Namun, obat-obatan ini dipergunakan untuk mengatasi efek dari phobia seperti cemas yang berlebihan.
Penggunaan obat sebenarnya tidak dianjurkan untuk mengatasi phobia, karena biasanya dengan terapi bicara saja sudah cukup berhasil. Namun, obat-obatan ini dipergunakan untuk mengatasi efek dari phobia seperti cemas yang berlebihan.
Terdapat 3 jenis obat yang
direkomendasikan untuk mengatasi kecemasan, yaitu:
1. Antidepresan: obat ini sering diresepkan untuk mengurangi rasa cemas, penggunaannya dizinkan untuk mengatasi phobia yang berhubungan dengan sosial (social phobia).
1. Antidepresan: obat ini sering diresepkan untuk mengurangi rasa cemas, penggunaannya dizinkan untuk mengatasi phobia yang berhubungan dengan sosial (social phobia).
2. Obat penenang: biasanya
menggunakan obat yang mengandung turunan benzodiazepines. Obat ini bisa
digunakan untuk mengatasi kecemasan yang parah, tapi dosis yang digunakan harus
serendah mungkin dan penggunaannya sesingkat mungkin yaitu maksimal 4 minggu.
Ini dikarenakan obat tersebut berhubungan efek ketergantungan.
3. Beta-blocker: obat
ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah yang berhubungan dengan
kardiovaskular, seperti masalah jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Karena berguna untuk mengurangi kecemasan yang disertai detak jantung tak
beraturan.
Yang menurut buku DSM-IV
(Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) ketiga jenis phobia
itu adalah:
1. Phobia
sederhana atau spesifik (Phobia terhadap suatu obyek/keadaan
tertentu) seperti pada binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain lain.
2. Phobia
sosial (Phobia
terhadap pemaparan situasi sosial) seperti takut jadi pusat perhatian, orang
seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.
3. Phobia
kompleks (Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan
terbuka misalnya di kendaraan umum/mall) orang seperti ini bisa saja takut
keluar rumah.
Phobia
dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan karena
pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai
perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah
sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu
kemungkinan penyebab terjadinya phobia.
Lalu bagaimana menjelaskan
tentang orang yang takut akan sesuatu walaupun tidak pernah mengalami trauma
pada masa kecilnya? Martin Seligman di dalam teorinya yang dikenal dengan
istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang menjangkiti
tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang atau sejarah
evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut disebabkan oleh
faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang, nenek moyangnya
pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir dimakan
beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai keturunannya.
Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi kita untuk
takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita.
Pada kasus phobia
yang lebih parah, gejala anxiety neurosa menyertai penderita tersebut. Si
penderita akan terus menerus dalam keadaan phobia walaupun tidak ada rangsangan
yang spesifik. Selalu ada saja yang membuat phobia-nya timbul
kembali, misalnya thanatophobia (takut mati), dll.
Ada beberapa teknik Untuk
penyembuhan phobia diantaranya adalah sbb:
1. Hypnotheraphy: Penderita phobia
diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.
2. Flooding: Exposure Treatment
yang ekstrim. Si penderita phobia
yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan
beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.
3. Desentisisasi Sistematis:
Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing
disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si
penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.
4. Abreaksi: Si penderita phobia
yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau
film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan
melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan.
Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila
phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila
phobia
yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.
5. Reframing: Penderita phobia
disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si
penderita mengalami phobia,
ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.
PENDAPAT TENTANG
SESEORANG YG MENGALAMI PENDERITAAN
Pendapat saya pribadi adalah
kita harus membantu oaring yg sedang mengalami penderitaan karena suatu saat
kita sedang mengalami hal yg sama kita pasti akan dibantu juga , karena manusia
itu mahluk social.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.anakkedua.com/pengertian-dan-cara-mengatasi-phobia.html
http://irfanmuhyiddin.blogspot.com/2014/07/manusia-dan-penderitaan.html