RANGKAIAN SQUENSIAL
DAN KOMBINASIONAL

NAMA : IRENSIUS ERWIN M
NPM/KELAS : 15414424/1IB06
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
Gerbang logika
Gerbang
logika atau gerbang logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika
boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal
keluaran logik. Gerbang logika terutama diimplementasikan secara elektronis
menggunakan dioda atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan
susunan komponen-komponen yang memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik
(relay). Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Untuk
menyatukan beberapa logika, kita membutuhkan operator logika dan untuk
membuktikan kebenaran dari logika, kita dapat menggunakan tabel kebenaran.
Tabel kebenaran menampilkan hubungan antara nilai kebenaran dari proposisi
atomik. Dengan tabel kebenaran, suatu persamaan logika ataupun proposisi bisa
dicari nilai kebenarannya. Tabel kebenaran pasti mempunyai banyak aplikasi yang
dapat diterapkan karena mempunyai fungsi tersebut. Salah satu dari aplikasi
tersebut yaitu dengan menggunakan tabel kebenaran kita dapat mendesain suatu
rangkaian logika. Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana peran dan
kegunaan tabel kebenaran dalam proses pendesainan suatu rangkaian logika.
Gerbang
yang diterjemahkan dari istilah asing gate, adalah elemen dasar dari semua
rangkaian yang menggunakan sistem digital. Semua fungsi digital pada dasarnya
tersusun atas gabungan beberapa gerbang logika dasar yang disusun berdasarkan
fungsi yang diinginkan. Gerbang -gerbang dasar ini bekerja atas dasar logika
tegangan yang digunakan dalam teknik digital.Logika tegangan adalah asas dasar
bagi gerbang-gerbang logika. Dalam teknik digital apa yang dinamakan logika
tegangan adalah dua kondisi tegangan yang saling berlawanan. Kondisi tegangan
“ada tegangan” mempunyai istilah lain “berlogika satu” (1) atau “berlogika
tinggi” (high), sedangkan “tidak ada tegangan” memiliki istilah lain “berlogika
nol” (0) atau “berlogika rendah” (low). Dalam membuat rangkaian logika kita
menggunakan gerbang-gerbang logika yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
Rangkaian digital adalah sistem yang mempresentasikan sinyal sebagai nilai
diskrit. Dalam sebuah sirkuit digital,sinyal direpresentasikan dengan satu dari
dua macam kondisi yaitu 1 (high, active, true,) dan 0 (low, nonactive,false).
RANGKAIAN
TERPADU (IC) UNTUK GERBANG -GERBANG DASAR
Setelah
mengenal gerbang-gerbang dasar yang digunakan dalam teknik digital, bagi para
pemula mengkin saja timbul pertanyaan dimana gerbang-gerbang ini dapat
diperoleh? Jawabannya mudah sekali, karena gerbang- gerbang ini telah dijual
secara luas dipasaran dalam IC tunggal (single chip). Yang perlu diperhatikan
sekarang adalah dari jenis apa dan bagaimana penggunaan dari kaki-kaki IC yang
telah didapat. Sebenarnya informasi dari IC-IC yang ada dapat dengan mudah
ditemukan dalam buku data sheet IC yang sekarang ini banyak dijual. Namun
sedikit contoh berikut mungkin akan me mpermudah pencarian. Berikut adalah
keterangan mengenai IC-IC yang mengandung gerbang-gerbang logika dasar yang
dengan mudah dapat dijumpai dipasaran.
Catatan:
· Ada dua golongan besar IC
yang umum digunakan yaitu TTL dan CMOS.
· IC dari jenis TTL memiliki
mutu yang relatif lebih baik daripada CMOS dalam hal daya yang dibutuhkan dan
kekebalannya akan desah.
· IC TTL membutuhkan catu
tegangan sebesar 5 V sedangkan CMOS dapat diberi catu tegangan mulai 8 V sampai
15 V. Hali ini harus diingat benar-benar karena kesalahan pemberian catu akan
merusakkan IC.
· Karena adanya perbedaan
tegangan catu maka tingkat tegangan logika juga akan berbeda. Untuk TTL logika
satu diwakili oleh tegangan sebesar maksimal 5 V sedangkan untuk CMOS diwakili
oleh tegangan yang maksimalnya sebesar catu yang diberikan, bila catu yang
diberikan adalah 15 V maka logika satu akan diwakili oleh tegangan maksimal
sebesar 15 V. Logika pada TTL dan CMOS adalah suatu tegangan yang harganya
mendekati nol.
· Untuk TTL nama IC yang
biasanya terdiri atas susunan angka dimulai dengan angka 74 atau 54 sedangkan
untuk CMOS angka ini diawali dengan 40.
RANGKAIAN
DASAR GERBANG LOGIKA
1.
Gerbang Not (Not Gate)
Gerbang
NOT atau juga bisa disebut dengan pembalik (inverter) memiliki fungsi membalik
logika tegangan inputnya pada outputnya. Sebuah inverter (pembalik) adalah
gerbang dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan
keluaranya selalu berlawanan dengan keadaan masukan. Membalik dalam hal ini
adalah mengubah menjadi lawannya. Karena dalam logika tegangan hanya ada dua
kondisi yaitu tinggi dan rendah atau “1” dan “0”, maka membalik logika tegangan
berarti mengubah “1” menjadi "0” atau sebaliknya mengubah nol menjadi
satu. Simbul atau tanda gambar pintu NOT ditunjukkan pada gambar dibawah ini.
2.
Gerbang And (AND GATE)
Gerbang
AND (AND GATE) atau dapat pula disebut gate AND ,adalah suatu rangkaian logika
yang mempunyai beberapa jalan masuk (input) dan hanya mempunyai satu jalan
keluar (output). Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan
tetapi hanya satu sinyal keluaran. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan sinyal
keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi.
3.
Gerbang Or (OR GATE)
Gerbang
OR berbeda dengan gerbang NOT yang hanya memiliki satu input, gerbang ini
memiliki paling sedikit 2 jalur input. Artinya inputnya bisa lebih dari dua,
misalnya empat atau delapan. Yang jelas adalah semua gerbang logika selalu
mempunyai hanya satu output. Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi
jika salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi, sehingga dapat
dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika semua
sinyal masukan bernilai rendah.
4.
Gerbang NAND
Gerbang
NAND adalah suatu NOT-AND, atau suatu fungsi AND yang dibalikkan. Dengan kata
lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua
sinyal masukan bernilai tinggi.
5.
Gerbang
NOR
Gerbang
NOR adalah suatu NOT-OR, atau suatu fungsi OR yang dibalikkan sehingga dapat
dikatakan bahwa gerbang NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua
sinyal masukanya bernilai rendah.
6.
Gerbang X-OR
Gerbang
X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan
bernilai rendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa
X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama
semua.
7.
Gerbang X-NOR
Gerbang
X-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukan
bernilai sama (kebalikan dari gerbang X-OR).
CONTOH PENERAPAN
GERBANG LOGIKA
Contoh
1: F = A + B.C
Rangkain
gerbang logika.
RANGKAIAN GERBANG KOMBINASI
Semua
rangkaian logika dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu rangkaian kombinasi
(combinational circuit) dan rangkaian berurut (sequential circuit). Perbedaan
kedua jenis rangkaian ini terletak pada sifat keluarannya. Keluaran suatu
rangkaian kombinasi setiap saat hanya ditentukan oleh masukan yang diberikan
saat itu. Keluaran rangkaian berurut pada setiap saat, selain ditentukan oleh
masukannya saat itu, juga ditentukan oleh keadaan keluaran saat sebelumnya,
jadi juga oleh masukan sebelumnya. Jadi, rangkaian berurut tetap mengingat keluaran
sebelumnya dan dikatakan bahwa rangkaian ini mempunyai ingatan (memory).
Kemampuan mengingat pada rangkaian berurut ini diperoleh dengan memberikan
tundaan waktu pada lintasan balik (umpan balik) dari keluaran ke masukan.
Secara diagram blok, kedua jenis rangkaian logika ini dapat digambarkan seperti
pada Gambar 1.” (Albert Paul Malvino, Ph.D.)
Gambar
3. Model Umum Rangkaian Logika
(a)
Rangkaian Kombinasi
(b)
Rangkaian
Berurut
Rangkaian logika kombinasional adalah sebuah rangkaian yang level
logika keluarannya tergantung pada kombinasi dari level logika masukannya.
Rangkaian logika kombinasional tidak memiliki sifat penyimpanan ( memory
), sehingga nilai keluarannya tergantung dari nilai masukan yang diberikan.
Beberapa rangkaian
kombinasional
adalah rangkaian
multiplekser dan demultiplekser, rangkaian dekoder dan enkoder, rangkaian
pembanding, penjumlahan dan pengurang.
Multiplekser ( MUX ) adalah rangkaian logika yang digunakan untuk memilih
informasi biner dari beberapa masukan data (D0, D1,….Dn) dan disaluran ke satu
keluaran Y.
Demultiplekser ( DEMUX) adalah suatu piranti untuk memilih satu keluaran dari
beberapa keluaran yang tersedia.
Dekoder adalah untai yang mengkonversi kode
masukan biner n bit menjadi 2n jalur keluaran yang berbeda.
Encoder (penyandi) adalah untai kombinasional yang digunakan untuk
membangkitkan kode biner keluaran untuk n masukan yang berbeda.
Rangkaian Sequensial adalah rangkaian yang mempunyai output yang tidak hanya bergantung
pada masukan sekarang, melainkan juga pada masukan sebelumnya (yang lalu).Dari
segi susunan, rangkaian sequensial merupakan suatu rangkaian yang berisi paling
sedikit satu elemen memori Sequential Logic Circuit atau juga bisa disebut
Rangkaian Logika Sekuensial, adalah rangkaian logika yang memperhatikan adanya
faktor clock (waktu).
Prinsip Kerja
Prinsip Kerja
Rangkaian sekuensial memiliki prinsip kerja yang
berbeda dengan rangkaian kombinasional. Keluaran suatu rangkaian sekuensial
tidak hanya tergantung dari kondisi saluran masukannya, tetapi juga tergantung
dari kondisi keluaran sebelumnya. Rangkaian sekuensial memiliki elemen umpan
balik. Rangkaian sekuensial dapat dibedakan menjadi rangkaian sekuensial
sinkron serta rangkaian sekuensial asinkron. Semua perpindahan state (keadaan)
pada rangkaian sekuensial sinkron dilakukan secara serentak berdasarkan suatu
clock tertentu. Rangkaian sekuensial asinkron tidak memiliki clock seperti
rangkaian sekuensial sinkron, sehingga perpindahan state pada rangkaian
sekuensial asinkron dapat terjadi kapan saja dengan memanfaatkan konsep
kestabilan.
Flip-flop
adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menyimpan satu bit secara semi
permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau mengganti isi dari bit
yang disimpan. Prinsip dasar dari flip-flop adalah suatu komponen elektronika
dasar seperti transistor, resistor dan dioda yang di rangkai menjadi suatu
gerbang logika yang dapat bekerja secara sekuensial
Penjelasan dari bebereapa flip flop :
• D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop S-R. Perbedaannya dengan flip-flop S-R terletak pada inputan R, pada D Flip-flop inputan R terlebi dahulu diberi gerbang NOT, maka setiap input yang diumpankan ke D akan memberikan keadaan yang berbeda pada input S-R, dengan demikian hanya akan terdapat dua keadaan S dan R yairu S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat disi
• Master Save D Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang memiliki 2 latch D dan sebuah inverter. Latch yang satu bernama Master dan yang kedua bernama Slave. Master D hanya akan mendeskripsikan diktat yang outputnya hanya dapt diganti selama ujung negatif jam.
• JK Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun untuk megantisipasi keadaan terlarang pada flip-flop S-R.
• T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop J-K yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputnya rendah.
Penjelasan dari bebereapa flip flop :
• D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop S-R. Perbedaannya dengan flip-flop S-R terletak pada inputan R, pada D Flip-flop inputan R terlebi dahulu diberi gerbang NOT, maka setiap input yang diumpankan ke D akan memberikan keadaan yang berbeda pada input S-R, dengan demikian hanya akan terdapat dua keadaan S dan R yairu S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat disi
• Master Save D Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang memiliki 2 latch D dan sebuah inverter. Latch yang satu bernama Master dan yang kedua bernama Slave. Master D hanya akan mendeskripsikan diktat yang outputnya hanya dapt diganti selama ujung negatif jam.
• JK Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun untuk megantisipasi keadaan terlarang pada flip-flop S-R.
• T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop J-K yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputnya rendah.
Aljabar Boolean adalah
Suatu peraturan logis yang dibuat oleh George Boole yang dimanipulasikan dalam bentuk aljabar untuk
menyatakan benar atau tidaknya suatu pernyataan. Pernyataan logic ini digunakan
sebagai dasar dalam membuat suatu sirkuit berbasis digital, seperti yang diimplementasikan pada komputer.
Gerbang Logika,
merupakan dasar sirkuit
digital. Umumnya gerbang logika ini mempunyai dua input dan satu output.
Masing-masing dari input atau output tersebut terdiri dari nilai biner, yaitu untuk low(0) dan hight(1), yang diwakili oleh dua level tegangan listrik (voltage) yang berbeda. Nilai dari gerbang logika ini dijadikan
sebagai dasar dari proses data digital. Dalam kebanyakan gerbang logika, Nilai
low ini diperkirakan pada tegangan nol volt (0 V), sedangkan untuk high
diperkirakan pada lima volt (+5 V). Terdapat tujuh dasar gerbang logika, yaitu:
AND, OR, XOR, NOT, NAND, NOR, dan XNOR.
LINK : http://sweetydyah.blogspot.com/









Tidak ada komentar:
Posting Komentar